Monday, June 29, 2015

Pemerintah Bentuk Tim Khusus Pembangunan Papua

http://cdn.tmpo.co/data/2012/04/08/id_113949/113949_620.jpgJakarta - Pemerintah membentuk tim khusus untuk mengintegrasikan kebijakan setiap badan usaha pengelola sumber daya alam (SDA) di Papua dengan rencana pemerintah dalam pengembangan kawasan Indonesia timur tersebut. Tim itu diberi nama Tim Kajian Pengelolaan Sumber Daya Alam bagi Pembangunan Ekonomi Papua.

Tim tersebut diketuai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago dan beranggotakan sembilan menteri Kabinet Kerja, Jaksa Agung, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat, serta Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi Kantor Staf Presiden.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan tim khusus yang dibentuk melalui Keputusan Presiden RI Nomor 16 Tahun 2015 itu akan menghasilkan cetak biru mengenai sejumlah kebijakan pembangunan di Papua. “Kajian dilakukan tim khusus ini untuk menghasilkan evaluasi yang komprehensif dari berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, budaya, hukum, maupun lingkungan,” ucap Sudirman setelah mengikuti rapat perdana tim tersebut di kantor Bappenas, Senin, 29 Juni 2015.

Menurut Sudirman, Tim Kajian Pengelolaan Sumber Daya Alam akan menjadi forum untuk pembahasan setiap kontrak karya yang berkaitan dengan pengelolaan SDA di Papua. Tim ini juga menjadi forum untuk rencana-rencana pembangunan pemerintah di Papua, seperti pengembangan kawasan industri Teluk Bintuni, Papua Barat. "Masing-masing kementerian teknis mengajukan program. Bappenas bisa menjadi wasitnya," ujarnya.

Setelah rapat perdana ini, tutur Sudirman, Tim Kajian Pengelolaan Sumber Daya Alam akan membentuk tim teknis, yang anggotanya bisa berasal dari luar pemerintah.

Adapun Andrinof Chaniago mengatakan tim tersebut akan memberikan laporan evaluasi dan kajian pengelolaan SDA Papua minimal setiap satu bulan sekali kepada Presiden Joko Widodo.

Hasil pelaksanaan tugas Tim Kajian Pengelolaan Sumber Daya Alam juga dapat dijadikan model bagi pengelolaan SDA di wilayah lain. "Tim ini bertugas hingga 31 Desember 2015," ucap Andrinof.

Sumber : Tempo
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Sunday, June 28, 2015

Tatanan Sistem Ekonomi Rakyat Nusantara

Dalam tatanan Nusantara, sistem ekonomi tidak dilihat dari sebuah sistem berdasarkan nilai-nilai materialisme. Melainkan sebuah hubungan demi berjalannya suatu kelangsungan hidup dan juga sebagai suatu berkah/berkat yang dititipkan Tuhan Yang Maha Esa kepada mahluk-mahluk NYA. Sehingga ekonomi sebagai sumber kehidupan tidak dipandang hanya dalam konteks untung rugi. Melainkan sebagai kekuatan kehidupan. Yaitu kemanusiaan dan keadilan.

Untuk membangun perekonomian mencapai kemanusiaan dan keadilan, diperlukan hubungan ekonomi kerjasama. Atau koperasi yang dasarnya adalah gotong royong. Karena dengan semangat kegotong royongan ini perekomian akan menjadi kuat yang berarti memperkuat individu, keluarga, masyarakat dan Negara. Kekuatan ekonomi ini adalah bentuk sehatnya kehidupan dasar yaitu kemakmuran, kesejahteraan berperikemanusiaan dan berkeadilan.

Dalam sistem materialisme, kita hanya melihat ekonomi sebagi wujud kebendaan yang akhirnya mengantarkan kita pada upaya-upaya penyembahan pada instrumen ekonomi itu sendiri, yaitu Uang.
Bagaimana perwujudan tatanan ekonomi kerjasama tersebut dapat diselenggarakan di dalam tatanan ekonomi rakyat Nusantara, saya akan menjelaskan sedikit dengan ringkas.

Pertama bahwa kita harus memahami antara bangsa dan warga negara. Bangsa adalah pemilik tanah dan sumber-sumber kemakmurannya yang merupakan takdir. Dan warga Negara adalah penduduk di sebuah Negara yang juga berhak hidup atas proporsi-proporsi keadilan dan juga berhak mendapatkan kemakmuran. Akan tetapi bangsa asli tentu memiliki hak kepemilikan atas tanah dan sumber-sumber kemakmurannya, termasuk berhak memiliki Negara yang dibentuk sebagai Negara Bangsanya. Namun bangsa dimanapun wajib bekerjasama dengan bangsa-bangsa lain, karena kepemilikan yang dimilikinya pun hanya sebuah titipan dari Tuhan untuk menjalankan dan menyebarkan manfaat di muka bumi ini.

Negara Rakyat Nusantara sebagai Negara Presidium dari Negara-Negara Merdeka dibentuk, salah satunya adalah untuk membangun hubungan ekonomi berdasar kemerdekaan,solidaritas,kerjasama di bawah Tuhan Yang Maha Esa.

Tatanan ini adalah berbentuk kerjasama untuk usaha-usaha menciptakan kemakmuran, kesejahteraan berkemanusiaan dan berkeadilan.

Tatanan kerjasama ekonomi dalam prinsip mendasar adalah hubungan antar Negara-Negara untuk keberhasilan bersama. Barter adalah garis utama, dan untuk menjalankannya secara mudah, kita memerlukan alat bayar yang paling adil yaitu Uang berbentuk komoditi emas dan perak. Setiap wilayah Negara-Negara di Nusantara memiliki sumber dayanya, baik sumber daya alam maupun tenaga kerja atau ide. Semua sumber ini memiliki nilai yang sama. Akan tetapi kita sangat perlu menghargai satu sama lain.
Saat ini Bank Dunia, IMF dan The Fed mempraktekkan sistem riba dan ini kita tolak. Sehingga hutang-hutang diciptakan untuk suatu usaha perbudakan kaum kapitalis atas rakyat.
Sehingga kegotong royongan ekonomi menjadi cita kerjasama untuk menata keberkahan atau keberkatan bersama.

Dan bagaimana memulai pergerakan kemanusiaan dan keadilan ini. Kita perlu perjuangan mengambil alih Bank Dunia, IMF dan The Fed untuk kemudian dimiliki secara bersama-sama bangsa Nusantara dan bangsa seluruh dunia dengan sistem koperasi. Dimana antara barter dan tatanan alat bayar dipraktekkan secara adil. Dimana Negara-Negara memiliki aset-aset dari rakyat dan bangsanya bisa memilikinya kembail. Dan kemudian hutang-hutang pembungaan atau riba harus dihapuskan karena merupakan bentuk penjajahan. Dan jarak antara kaya-miskin tidak ada lagi. Semua memiliki hubungan kerjasama sesuai proporsi pembagiaannya secara adil. Sehingga semua bangsa manusia adalah bagian dari tatanan keadilan. Jika ada yang lebih, itu adalah amanah, namun kemiskinan tidak akan pernah ada lagi.

Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama dibawah Tuhan Yang Maha Esa.
 
Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden NRN
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Edo Kondologit Galang Dana Untuk Pengungsi Rohingnya

Edo Kondologit (GATRAnews/Edward Luhukay)Jakarta, GATRAnews - Para pengungsi Rohingnya kini menjadi perhatian. Setelah meninggalkan negaranya, sejumlah pengungsi Rohingnya kini berpencar di sejumlah negara. Sebagian pengungsi juga memilih Indonesia sebagai tempat tinggal sementara. Kaum Rohingnya yang ada di Indonesia kini tinggal di kamp pengungsian yang dibangun di Aceh. Kondisi ini, menimbulkan keprihatinan. Hal ini dirasakan pula oleh penyanyi Edo Kondologit.


Pria asal Papua ini pun berencana menggalang bantuan untuk pengungsi Rohingnya yang ada di Aceh. "Sekarang saya jadi ketua panitia penggalangan dana untuk pengungsi Rohingnya. Kami bekerjsama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia untuk mengadakan kegiatan sosial ini," ujar Edo, belum lama ini, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta.

Pemain film Red Cobex ini mewakili organisasi yang diikutinya, Taruna Merah Putih. Edo kini aktif di sejumlah kegiatan, satu di antaranya melalui jabatannya sebagai kader PDI Perjuangan. Edo menargetkan, dana yang digalangnya akan tersalurkan pada Juli 2015.

"Sekarang sedang menyesuaikan jadwal. Saya sendiri dari Taruna Merah Putih. Atas nama kemanusiaan, kasihan mereka (Rohingnya) tersisih dari negaranya," jelasnya.

Dana yang berhasil terkumpul, kata Edo, nantinya akan disalurkan untuk membuat tempat pengungsian yang lebih layak. Untuk masalah sanitasi, dan kesehatan, Edo bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia. "Nanti akan dibangunkan penampungan yang lebih layak. Untuk air bersih, pakaian dan juga kesehatan mereka. Sebagai bangsa besar kita tidak bisa menutup mata melihat ini," tuturnya.

Sumber : www.gatra.com
Baca Selengkapnya Coy!!! 2 komentar

Friday, June 26, 2015

Polda Papua Tetapkan Silas Kogoya sebagai Buronan

JAYAPURA,  – Kepolisian Daerah Papua memasukkan Silas Kogoya pelaku pemerasan dan penyanderaan karyawan PT Waskita Karya dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dua pekan lalu, Silas Kogoya yang mengaku sebagai Pimpinan TPN-OPM wilayah Mapenduma, bersama lima orang pengikutnya yang membawa lima pucuk senjata api melakukan penyanderaan terhadap delapan karyawan PT Waskita Karya.

Demi membebaskan delapan sandera, Silas meminta tebusan senilai Rp 5 miliar kepada perusahaan kontraktor yang sedang mengerjakan ruas jalan yang menghubungkan Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan Kenyem, Kabupaten Nduga.

Setelah melalui upaya negosiasi alot selama empat hari yang difasilitasi kepala suku setempat, Silas bersama kelompoknya mau melepas delapan sandera itu dengan uang tebusan Rp 500 juta.

Kepala Bidang Humas, Kepolisian Daerah Papua, Kombes Patrige Renwarin saat ditemui di Mapolda Papua mengatakan, kejadian tersebut sempat tak diketahui Kepolisian Resor Jayawijaya. Pasalnya, Silas bersama kelompoknya mengancam akan membunuh sandera jika melaporkan kejadian tersebut kepada aparat Kepolisian dan TNI.

Setelah delapan sandera diamankan ke Wamena, kata Patrige, polisi sempat meminta keterangan dari para sandera. “Dari keterangan yang mereka berikan kepada Kepolisian Resor Jayawijaya, pelaku penyanderaan bersama kurirnya, Terinus Unuee sudah mereka kenal karena sudah beberapa kali datang meminta makanan ke kamp perusahaan tersebut,” kata Patrige di Mapolda Papua, Kamis (25/6/2015) kemarin.

Menurut Patrige dengan adanya kejadian tersebut, polisi lalu menetapkan Silas Kogoya yang menjadi pentolan kelompok tersebut masuk dalam DPO Polda Papua. Ia mengaku khawatir, jika tak segera diawasi, kelompok ini akan mengulangi aksinya karena sudah berhasil melakukan pemerasan.

“Silas Kogoya sebenarnya nama baru dalam kelompok TPN-OPM. Dengan status DPO, akan mengurangi ruang gerak kelompok ini, dan aparat pun mulai waspada dengan pergerakan kelompok bersenjata ini,” ungkap Patrige.

Penyanderaan dan pemerasan terhadap pengusaha kontraktor oleh kelompok yang mengatasnamakan TPN-OPM bukan kasus yang pertama kali. Sebelumnya kelompok TPN-OPM Paniai beberapa kali melakukan penyanderaan dan pemerasan terhadap perusahaan kontraktor di wilayah Kabupaten Paniai dan sekitarnya.

Seperti pada akhir Maret lalu, tiga eskavator milik PT Modern dibakar kelompok bersenjata karena tak memenuhi permintaan mereka. Aksi kemudian berlanjut ketika kelompok tersebut, kembali melakukan pemerasan terhadap pendulang emas tradisional di Baya Biru, perbatasan Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Nabire. 

Sumber : KOMPAS.com
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Tanda Heran Itu ada di Honiara

Para pemimpin ULMWP memberikan ucapan terima kasih kepada Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare usai diterima sebagai observer di MSG - Victor Mambor
Para pemimpin ULMWP memberikan ucapan terima kasih kepada Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare usai diterima sebagai observer di MSG - Victor Mambor
Honiara, Jubi – Perjalanan panjang bangsa Papua hingga lebih dari 50 tahun untuk mendapatkan pengakuan sebagai sebuah bangsa, akhirnya menemukan muaranya. Apa yang disebut oleh IS Kijne, tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain, kini terbukti untuk Tanah Papua. Bangsa Papua akhirnya diakui sebagai bagian dari ras Melanesia oleh empat negara berdaulat penuh dan gerakan pembebasan Kanak (FLNKS) yang sedang mempersiapkan kemerdekaan mereka.

Fiji dan PNG tak kuasa menghentikan komitmen Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Pemimpin FLNKS dan Vanuatu. Namun Vanuatu, Kepulauan Solomon dan FLNKS juga tak sanggup menolak keinginan Fiji dan PNG. Namun apapun itu, keputusan para pemimpin MSG telah menempatkan bangsa Papua dalam pengakuan sebuah bangsa dan rakyat yang ingin berdaulat di atas tanahnya sendiri.

Para pemimpin MSG telah memutuskan memberikan status anggota asosiasi kepada Indonesia dan memberikan status observer/pengamat kepada United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang mewakili bangsa Melanesia yang berada di luar Papua. Indonesia, naik satu level dari status sebelumnya, observer. Sedangkan Papua untuk pertama kalinya mendapatkan status sebagai bagian ras Melanesia di forum subregional Melanesia. Dua keputusan ini dituangkan dalam Komunike MSG yang ke 20 di Honiara, Jumat (26 Juni 2015).

Oktovianus Mote, Sekjen ULMWP menerima keputusan para pemimpin MSG ini dengan besar hati. Ia mengaku, sekalipun yang diharapkan lebih tinggi, namun bangsa Papua sangat menghargai keputusan para pemimpin Melanesia ini.
“Kami telah berusaha keras. Kami juga sadar, ini jalan Tuhan yang diberikan pada bangsa Papua. Kami harus menerima ini untuk melangkah ke tahap selanjutnya,” kata Octovianus Mote, Jumat (26/6/2015).
Bangsa Papua, lanjut Mote harus mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin Melanesia. Lima pemimpin Melanesia ini dianggap telah memberikan pengakuan kepada bangsa Papua.
“Terutama kepada Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Vanuatu dan FLNKS yang berjuang habis-habisan untuk keanggotaan Papua. Juga Fiji dan PNG yang sesungguhnya bisa menolak kita, bangsa Papua ini,” tambah Mote.
Demikian juga Benny Wenda. Pemimpin Papua di pengasingan ini mengaku sangat terharu dengan keputusan yang dibuat para pemimpin MSG ini.
“Setelah sekian lama saya berjuang, baru kali ini ada negara berdaulat yang secara terbuka mengakui perjuangan bangsa Papua mendapatkan kedaulatannya sendiri. Dan itu bukan hanya satu negara saja. Ini empat negara. Meskipun status kita, bangsa Papua sebagai observer atau pengamat di MSG, ini adalah sebuah pengakuan bangsa Melanesia pada dunia bahwa Papua adalah satu bangsa sendiri. Juga pengakuan tentang perjuangan rakyat Papua dan apa yang sedang terjadi di Papua sejak dulu hingga sekarang,” kata Wenda.

Bangsa Papua, lanjut Wenda akan memberikan penghargaan kepada rakyat dan pemerintah Kepulauan Solomon yang telah berjuang untuk keanggotaan Papua di MSG ini.
“sekarang, bangsa Papua ada dalam “gedung” yang sama dengan Indonesia. Kita harus berjuang untuk berada dalam gedung yang sama dalam posisi yang sama,” tambah Wenda.
Satu hal yang sangat penting bagi bangsa Papua, lanjut Wenda, adalah bangsa Papua menempuh perjuangan di MSG dengan jujur dan melalui prosedur yang benar. Bangsa Papua melalui ULMWP melakukan segala persyaratan yang diminta oleh MSG.

“Kami jujur dan serius dalam berjuang. Ini harus menjadi kebanggaan bangsa Papua. Bangsa Papua memang tidak menang, karena sudah menang di Noumea tahun 2013 lalu. Segala cara ditempuh agar MSG tidak mengakomodir kita bangsa Papua ini berada di MSG. Tapi faktanya, MSG mengakui kita,” ujar Wenda.
Rimbink Pato, menteri luar negeri PNG berpandangan keputusan para pemimpin MSG, diputuskan atas berbagai pertimbangan. PNG yang memfasilitasi Indonesia sebagai anggota assosiasi di MSG, menurut Pato memiliki hubungan baik dengan Indonesia yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Hubungan kami dengan Indonesia harus kami tingkatkan. Kami ingin kesejahteraan, perdamaian dan pertumbuhan ekonomi antara negara kami dengan Indonesia,” kata Pato.
Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama mengaku keputusan yang diambil secara konsensus oleh para pemimpin MSG ini mungkin akan membuat kecewa ULMWP yang mewakili aplikasi keanggotaan penuh untuk bangsa Papua.

“Tapi anda harus tahu, Indonesia adalah negara berdaulat. ULMWP bukan sebuah negara. Ini kriteria yang kami pertimbangkan sehingga kami menerima ULMWP sebagai kelompok yang mewakili bangsa Melanesia di luar wilayah melanesia. Membawa ULMWP ke dalam MSG seperti juga membawa Indonesia dalam MSG akan membuka kemungkinan MSG memfasilitasi persoalan yang terjadi pada bangsa Melanesia di Papua Barat dengan Indonesia. Kami menyadari apa yang terjadi pada bangsa Papua Barat, saudara Melanesia kami. Tapi sekali lagi, Indonesia adalah negara berdaualat yang harus kami hargai. Masalah ini harus dibicarakan di atas meja yang sama oleh masing-masing pihak yang duduk bersama. Sekarang ULMWP ada dalam rumah yang sama dengan Indonesia di MSG,” kata Bainimarama usai penandatanganan Komunike bersama anggota MSG.

Octovianus Mote, usai menerima status sebagai observer, dihadapan para pemimpin MSG menyampaikan para pemimpin ULMWP dipilih oleh bangsa Papua pada bulan Juni tahun 2011 dalam sebuah konferensi yang dihadiri oleh Menteri Politik Hukum dan Keamanan Indonesia di Jayapura, Papua. Saat itu menurut Mote, dirinya bersama Leoni Tanggahma, Rex Rumakiek, Benny Wenda dan John Ondowame (alm) sebagai representasi bangsa Papua di forum-forum internasional.
“Kami berlima, dipilih lagi oleh tiga kelompok perlawanan pada bulan desember tahun lalu di Vanuatu,” ujar Mote.
Sekjen ULMWP yang sebelumnya adalah wartawan Kompas ini juga menunjukkan 150.000 tandatangan yang dikumpulkan oleh rakyat Papua Barat sebagai dukungan kepada ULMPW sebagai perwakilan bangsa Papua.
“Meskipun begitu, kami menerima apa keputusan para pemimpin MSG di Honiara ini,” ujar Mote menegaskan kembali sikap ULMWP.
Status Indonesia sebagai anggota asosiasi ternyata mendapatkan kritikan dari kalangan masyarakat sipil dan gereja di Melanesia. Indonesia dianggap telah merusak tatanan blok Melanesia. Pada akhirnya, masyarakat sipil di Melanesia menganggap MSG sebagai organisasi regional yang lemah hingga bisa diintervensi oleh Indonesia.

“Sederhana saja, apakah Indonesia itu bagian dari Melanesia? Tidak. Lalu kenapa para pemimpin menerima Indonesia sebagai anggota? Ini menunjukkan bahwa solidaritas Melanesia kita lemah sehingga bisa dipengaruhi negara yang bukan Melanesia,” kata  Bishop James Ligo,  Ketua Dewan gereja Vanuatu.
sementara delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri, Wiwik Setyawati Firman, menanggapi kehadiran ULMWP di MSG kali ini, mengatakan Indonesia tidak bisa memiliki dua keanggotaan di MSG.

“Kita harus tahu, resolusi PBB telah mengakui Papua Barat adalah bagian dari Indonesia. Dan Indonesia telah menjadi pengamat di MSG. Indonesia tidak bisa memiliki dua keanggotaan di MSG. Indonesia telah menjadi anggota dan Papua Barat adalah bagian dari Indonesia. Hanya dua gubernur dari Papua dan Papua Barat dan Bupati yang adalah masyarakat asli Papua yang secara sah bisa mewakili orang Papua, bukan yang lainnya,” kata Wakil menteri Luar Negeri ini. (Victor Mambor)

Sumber : Jubi
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Amanat NRN: Wujudkan Negara Merdeka dan Bubarkan NKRI

Disini saya sampaikan untuk Saudara-Saudara Seperjuangan di ASNLF, KBLF, ULMWP, FKM dan Gerakan-Gerakan di Seluruh Nusantara.

PERWUJUDAN NEGARA RAKYAT NUSANTARA

Negara Rakyat Nusantara bukanlah Negara Pusat, akan tetapi Negara berbentuk Presidium Negara-Negara Merdeka di Wilayah Nusantara. Negara Rakyat Nusantara dibentuk untuk mewujudkan perjuangan dan pembangunan dalam "Kemerdekaan, Solidaritas, Kerjasama di bawah Tuhan Yang Maha Esa."

Sistem Negara Rakyat Nusantara terbagi menjadi Tiga :

1. Majelis Kerajaan, Adat dan Budaya Nusantara.
2. Presidium Negara Rakyat Nusantara : Dipimpin secara kolektif
oleh Presiden dan Ketua Dewan Tinggi Negara-Negara Merdeka
(Yang ditunjuk oleh Presiden/Kepala Negara dari Negara- Negara Merdeka se Nusantara).
3. Majelis Keadilan Rakyat Nusantara.

Dalam proses perjuangan, Negara Rakyat Nusantara saat ini saya pimpin langsung atas dasar amanat Deklarasi Ciliwung 1 Februari 2015 sebagai Deklarasi Negara Rakyat Nusantara. Yang mengamanatkan :

1. Mewujudkan Negara-Negara Merdeka se Nusantara yang saat
ini berada di wilayah Indonesia.

2. Membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Memperjuangkan kembalinya aset-aset dan hak-hak milik Rakyat dan Bangsa Nusantara.

4. Menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara di bawah Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pemilik Sebenar NYA yang ditipkan ke Rakyat Nusantara.

5. Memperjuangkan Papua Barat kembali ke pemiliknya yang sah yaitu Bangsa Melanesia Papua Barat.

6. Membangun perdamaian abadi dan hubungan kesejajaran atas dasar Kemerdekaan,Solidaritas,Kerjasama  di bawah Tuhan yang Maha Esa.

Kepemimpinan saya ini, sampai benar-benar terwujudnya Negara-Negara Merdeka dan diterbitkannya Kesepakatan Bersama Nusantara.

Hormat Kami,

Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden.
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Thursday, June 25, 2015

Indonesia Anggota Asosiasi MSG, ULMWP Observer

Komunike Bersama ditanda tangani sore tadi.

Besok akan diumumkan. Indonesia dimungkinkan menjadi anggota asosiasi MSG, sementara West Papua melalui ULMWP sebagai observer.

 Bagaimana kita menyikapinya? 

Perjuangan West Papua menjadi anggota MSG adalah proses bertahap. 
Menjadi anggota Observer adalah sesuatu yang maju. Menjadi anggota MSG bukan semata-mata mencantumkan nama West Papua dalam MSG, melainkan proses menyadarkan perjuangan kita kedalam saudara-saudari
kita Melanesia.

Ingat, hari ini perjuangan bangsa Papua sudah menjadi perjuangan seluruh rakyat Melanesia. Bayangkan bagaimana saudara-saudari kita di Vanuatu, Sololomon Island, Fiji, Kanaki, PNG ikut bangkit dalam aksi turun jalan dan doa. Bahwa keputusan politisi MSG akan menjadi kesadaran perlawanan bangsa-bangsa Melanesia terhadap politik busuk kolonialisme dan kapitalisme global yang mempercundangi para pemimpin Melanesia. Ini adalah poin kemenangan West Papua di Melanesia, kawasan maupun dunia.

Bahwa perjuangan Papua Merdeka memiliki banyak sekali jalan dan peluang. ULMWP terus melebarkan diplomasi bertahap, yang bukan saja dalam skop melanesia, tapi pasific, juga secara global. Banyak sekali media dan alat internasional yang akan dipergunakan untuk mewujudkan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua. Anda lihat, bagaimana saudara-saudari kita di Polinesia akan mendukung kita di PIF (pacific island forum). Anda lihat, bagaimana antusias masyarakat internasional yang terus mengalir dari berbagai negara di muka bumi ini.

Semua itu karena satu. Hanya satu hal: West Papua mulai bersatu dan bergerak maju bersama. ULMWP adalah wadah persatuan yang akan kita dukung dan kenalkan kepada dunia bahwa, inilah payung persatuan perjungan bangsa Papua di luar negeri. ULMWP sedang didorong oleh orang-orang terdidik yang tahu kemana dan bagaimana meraih kemerdekaan bangsa Papua. Sementara, di dalam negeri West Papua, koordinasi lintas perjuangan semakin solid untuk menjalin dan mempersatukan seluruh elemen perjuangan bangsa, juga terutama rakyat bangsa Papua.

Tugas kita adalah terus memperbaiki sistem perjuangan, mulai dari dalam hingga ke luar negeri. Tugas kita adalah mengorganisir diri dalam barisan perlawanan rakyat. Tugas kita adalah berdiri teguh melawan penindasan kolonial Indonesia. Tugas kita adalah bagaimana menyadarkan manusia-manusia Papua yang sementara ini menjadi alat penjajah dan memupuk sistem kolonialisme di atas teritori West Papua.

Kehendak kita untuk mengakhiri penjajahan Indonesia adalah upaya sadar yang tidak akan terpengaruh oleh propaganda, retorika kosong, serta ilusi-ulusi pembangunan kolonialisme Indonesia.

Tuhan pencipta negeri yang elok dan permai ini pun menginginkan kita berubah, bersatu, dan berjuang bersama. Ia tidak kurang menciptakan kita manusia Papua, di teritori Melanesia. Ia memberikan kekuatan sempurna, yang olehnya kita akan terus maju untuk mengakhiri penindasan ini.

Salam perlawanan

Kantor Pusat KNPB
West Papua
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

FLNKS : MSG Bukan Tempat Untuk Indonesia

Victor Tutugoro, Pemimpin FLNKS menyerahkan kepemimpinan MSG  kepada Manasseh Sogavare. PM Kepulauan Solomon - Victor Mambor
Victor Tutugoro, Pemimpin FLNKS menyerahkan kepemimpinan MSG kepada Manasseh Sogavare. PM Kepulauan Solomon - Victor Mambor

Honiara, Jubi – Front Pembebasan Kanak (FLNKS) tetap konsisten pada posisinya yang berada dibelakang Papua Barat. Tahun 2013, FLNKS yang mengundang bangsa Papua Barat yang saat itu diwakili oleh West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) menghadiri pertemuan para pemimpin MSG di Noumea, Kaledonia Baru.

“Dulu kami memberikan dukungan kepada Afrika Selatan. Dan sampai hari ini kami mendukung Palestina. Posisi kami tidak berubah. Kami tetap mendukung Papua Barat menjadi bagian dari MSG,” kata Victor Tutugoro, pemimpin FLNKS kepada Jubi, Kamis (25/6/2016) di Heritage Hotel, Honiara.

Tutugoro, pada hari yang sama menyerahkan kepemimpinan Melanesia Spearhead Group (MSG) kepada Perdana menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare.

“Tahun 2013, kami yang mengundang WPNCL. Saat itu tak ada yang mendengarkan mereka. Tak ada yang mau memikirkan mereka, bangsa Papua Barat. Tapi kami mengundang mereka hadir di Noumea secara resmi. Kami tak akan beranjak dari posisi itu,” kata Tutugoro tegas.

Pemimpin FLNKS ini menegaskan kembali bahwa Papua Barat ada dalam agenda para pemimpin MSG yang bertemu di Honiara mulai Kamis (25/6/2015) hingga Jumat (26/6/2015).
“Aplikasi dan status Papua Barat ada di level tertinggi dalam pertemuan kali ini,” ujar Tutugoro.

Tutugoro meyakinkan para pemimpin Papua yang hadir di Honiara melalui wadah United Liberation Movement of West Papua (ULMWP), dia akan memperjuangkan keanggotaan Papua Barat di MSG sebagai anggota penuh. Ia mengaku melakukannya atas dasar solidaritas sesama Melanesia.

“Saya juga akan mendorong MSG memikirkan kembali keanggotaan Indonesia di MSG. MSG untuk bangsa-bangsa Melanesia, bukan untuk Indonesia. Apakah Indonesia itu Melanesia? Bahkan untuk menjadi pengamat di MSG, Indonesia tidak pantas. Saya tidak melihat Indonesia ada dalam blok Melanesia,” kata Tutugoro lagi.

Para pemimpin MSG, menurut Tutugoro harus memikirkan negara lain seperti Tonga dan Tahiti yang ingin bekerjasama dengan MSG. Sedangkan Indonesia, sebaiknya bermain di regional Pasifik, seperti di Forum Kepulauan Pasifik atau Forum Pembangunan Kepulauan Pasifik.
“MSG bukan tempat untuk Indonesia. Sekali lagi, saya tidak melihat Indonesia ada dalam wilayah Melanesia. Melanesia untuk orang Melanesia,” kata Tutugoro.

Terpisah, perwakilan FLNKS lainnya, Caroline Machoro- Reignie yang menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri MSG (FMM) menyatakan salah satu point utama didirikannya MSG adalah untuk memerdekakan Kanaki dari Perancis.

“Papua Barat dalam situasi yang sama seperti bangsa Kanank saat ini dan MSG harus memperlakukan Papua Barat sama dengan FLNKS,” kata Reignie.

Dia juga menambahkan meskipun negara-negara MSG memiliki berbagai kepentingan dengan Indonesia, setiap orang Melanesia harus mendukung upaya Papua Barat menjadi anggota penuh di MSG

Sementara Ketua FMM, Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon, Milner Tozaka mengatakan masalah Papua Barat akan ditentukan oleh kriteria yang ditetapkan oleh MSG. Tozaka menambahkan ada proses yag harus dilalui dan pendekatan seperti apa yang akan diambil akan ditentukan oleh para pemimpin negara anggota MSG. (Victor Mambor)

Sumber : Jubi
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Penguasaan Kartel Kolonialisme Imperialis Di Nusantara Dan Melanesia


Sebelum datangnya kaum penjajah yang menerapkan Sistem Kolonialisme, bangsa-bangsa di Nusantara adalah bangsa yang kaya raya. Saat itu sistem politik yang diterapkan adalah Sistem Kerajaan dan Kesultanan.
Kemudian datanglah para pedagang mulai dari Portugis, East India Company kemudian terakhir Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC). Merekalah gerombolan perampok

Pemerintah Kolonial yang menjajah bangsa-bangsa Nusantara mengumpulkan modal dari sumber-sumber kemakmuran Nusantara. Mereka merente, mempraktekkan kerja paksa, monopoli, penarikan pajak besar-besaran dan segala praktek penindasan, perampokan demi kepentingan ekonomi mereka. Mereka juga melakukan perdagangan ke Eropa. Mendirikan koloni-koloni di seluruh dunia, akan tetapi yang paling utama adalah memperkuat kekuatan kolonial ekonomi mereka seperti Inggris, Belanda, Perancis, Jerman dan Itali. Pemerintahan kolonial ini bukan berbentuk Negara, akan tetapi organisasi kapital, produksi dan perdagangan.

Organisasi mereka memperkuat Negara-Negara dimana Kartel mereka hidup, juga mendirikan Pusat Pilar Kapitalisme Modern yaitu Amerika Serikat. Dan menjadi Negara sebagai alat produksi mereka.
Semakin kuat kekuatan koloni tersebut, untuk menghilangkan hak-hak kepemilikan perekonomian bangsa-bangsa Nusantara, mereka ciptakan Republik Indonesia.
Sebagai Negara Boneka untuk terus menghisap sumber-sumber kehidupan. Rakyat adalah alas kaki bagi Setan Kolonial tersebut.
Merasa tidak puas dengan penguasaan Nusantara, koloni mereka juga mengambil alih wilayah Bangsa Melanesia yang Kaya raya, yaitu Papua Barat.

Penguasaan inipun menggunakan tangan dari Negara Boneka yang sudah mereka ciptakan dan bernama Republik Indonesia. Dan setelah dikuasai oleh Indonesia, PT.Freeport Mc Moran mulai beroperasi di tanah Papua Barat.
Dengan tangan Republik Indonesia (yang dahulunya adalah Republik Indonesia Serikat kemudian menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia), penjajahan akan lebih mudah. Karena sebagai Negara, kekuatan politik dan militer menjadi kekuatan dalam melakukan penjajahan.

Inilah kejahatan kaum imperialis yang harus kita hapuskan di muka bumi kita.

 
Yudi Syamhudi Suyuti
Presiden Negara Rakyat Nusantara.
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Foto Delegasi Melindo vs Delegasi ULMWP

'Lobby menit akhir' pertemuan puncak para pemimpin Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk menentukan sikap akhir terhadap aplikasi yang diajukan oleh ULMWP mewakili rakyat Papua Barat vs Delegasi MELINDO yang mewakili 5 propinsi berpenduduk Melanesia di Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Timur.

ULMWP mengajukan permohonan keanggotaan dengan dasar memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat. Sedangkan Melindo memperjuangkan kerja sama ekonomi lintas Melanesia, yang disponsori oleh pemerintah Melayu di Indonesia.
(All photo shared in facebook)





Sumber : WPNCL
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

KNPB: Lebih Baik Mati Saat Teriak Papua Merdeka

KNPB saat gelar Doa dukungan di Markas pusat (Jubi/Mawel)
KNPB saat gelar Doa dukungan di Markas pusat (Jubi/Mawel)
Jayapura, Jubi – Komite Nasional Papua Barap (KNPB) pusat memberikan satu kesimpulan perjalanan perjuangan menghadapi pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia dinilai tidak peduli dengan nyawa orang Papua yang bicara Papua merdeka ataupun tidak teriak Papua merdeka. Orang Papua terus menjadi objek pembantaian.

” Ko bicara Papua merdeka atau tidak, ko pasti akan mati selagi ko masih ada di tangan penjajah,”teriak Bazoka Logo, Juru Bicara KNPB pusat dalam orasi aksi doa mendukung United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi anggota Melanesian Spearhead Group yang berlangsung di Markas Pusat KNPB, pinggiran Kamolker, Waena, Kota Jayapura, Papua, Rabu (24/6/2015).

Logo mencontohkan sejumlah kasus pembunuhan orang Papua yang teriak Papua merdeka dan tidak. Pembunuhan empat siswa 8 Desember 2014 di Pania, sebagai kelompok anak siswa yang tidak teriak Papua Merdeka namun menjadi objek penembakan. Alasan penembakan tidak pernah terungkap hingga hari ini.

“Mereka itu siswa biasa generasi penerus bangsa saja sudah di bunuh,”ungkapnya serius “Apalagi mereka yang menerikan Papua merdeka. Itu misi negara ini yang mementingkan kekayaan alam Papua dari manusianya”.

Katanya, KNPB sudah mencatat 29 anggota terbunuh dalam perjuangan damai di jalanan. Pembunuhan itu terjadi sejak April 2009. Pembunuhan Eric Logo di lingkaran Abepura menjadi awal pembunuhan aktivis KNPB yang menerikan Papua Merdeka. Jumlah pembunuhan terus meningkat sejak pembunuhan Teryoli Wea 1 Juni 2012 di Abepura.

Menurut Logo, orang Papua tidak bisa lari dari kenyataan ini. Orang Papua dari berbagai kalangan dan golongan harus menghadapi kenyataan ini dengan suatu kedasaran penuh. Orang Papua harus menerikan hak kebebasan daripada membisu, mencari aman namun nasibnya sama.

” Indonesia tidak hanya membunuh yang teriak Papua merdeka. Ko yang mau baik-baik, ko yang tidak baik, ko mati. Itu misi negara ini. Suka tidak suka, bicara Papua. Lebih baik kita mati sambil bicara Papua merdeka. Kita tidak bisa lari dari kenyataan”.
Ketua I. KNPB pusat, Agust Kosay mengatakan pembunuhan itu satu kenyataan saat ini dan menjadi sejarah kolektif. Banyak orang Papua terbunuh saat melakukan aktivitas yang melindunggi Indentitas orang Papua. “Arnold Ap itu hanya menyanyi saja dibunuh. Banyak orang lain nasib sama”.

Karena itu, menurut Kossay, orang Papua tidak boleh menyia-nyiakan pembunuhan mereka. Generasi muda Papua harus mengahiri pembantaian yang terus berlangsung. “Kita generasi ke III dalam perjuangan. Kita tidak boleh diam. Kita harus lawan,”katanya. (Mawel Benny)

Sumber : Tabloidjubi
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Wednesday, June 24, 2015

West Papua adalah Melanesia

Foto : Polisi Hadang Aksi di Depan Gerbang Pintu III Kebun Raya - KM
Masyarakat Papua dan Non-Papua di Tanah Kolonial Indonesia yang dimediasi oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) telah menunjukkan kebenaran Identitas West Papua dan mendukung penuh The United Liberation Movement for West Papua - ULMWP untuk menyatakan kebenaran itu di keluarga Melanesia pada pertemuan MSG.

Masyarakat Papua di Tanah Air West Papua yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) telah menunjukkan kebenaran Identitas West Papua dan mendukung penuh ULMWP untuk menyatakan kebenaran itu di keluarga Melanesia pada pertemuan MSG.
Pentingnya adalah:

1. AMP menunjukkan di Gedung Putih Istana Kepresidenan, menghadang Mobil Jokowi, Presiden Republik Indonesia.
2. AMP menunjukkan di Kesultanan Yogyakarta, menduduki titik nol km depan jalur masuk Kerajaan Mataram.
3. AMP Komite Kota, di Wilayah Barat, Tengah dan Timur Tanah Kolonial, Jawa-Indonesia memediasi masyarakat Papua dan Non-Papua melakukan Aksi Demonstrasi Damai menyatakan kebenaran identitas West Papua adalah Melanesia.
4. KNPB melakukan Aksi Demonstrasi Damai Wilayah Manokwari.
5. KNPB memediasi rakyat Papua Barat untuk Aksi Demonstrasi Damai kepada Tuhan. Semua rakyat Papua Barat di seluruh Tanah Papua berdoa kepada Tuhan menggunakan bahasa Ibu.

Ikuti Media Lokal dan Internasiona di Melanesia, Pacific juga di www.freewestpapua.org, untuk membuktikan kebenarannya. Jikalau kurang puas, hubungi sekertariat AMP dan KNPB.
Harapannya adalah melalui badan resmi representatif rakyat Papua Barat, ULMWP untuk meneruskan suara rakyat Papua Barat di Tanah Kolonial Indonesia dan juga di Tanah Air West Papua kepada keluarga melanesia dalam pertemuan MSG.

Benny Wenda, Octovianus Mote, Satu Juli, Andy Ayamiseba.

Tembusan:
1. United Liberation Movement for West Papua (ULMWP),
2. Melanesian Spearhead Group (MSG),
3. Pacific Islands Forum (PIF),
4. United Nations (UN),
4. Archives West Papua.

24 Juni 2015, Tanah Air West Papua, Sudut Kota Port Numbay, Mamta, West Papua.

Sonny Dogopia.
Aktvis Aliansi Mahasiswa Papua
Baca Selengkapnya Coy!!! 0 komentar

Pilih Warna Tampilan Yang Sesuai Mata Anda

Silahkan Pilih Warna Background Yang Cocok Buat Mata Anda

Copyright © Gerakan Anak Bangsa 2010

Template By Nano Yulianto